INI YANG BISA AKU PERBUAT..
Pada awalnya aku tak ada niat untuk ber-syar'i. Malah keinginanku adalah bisa berkostum seperti perempuan-perempuan lain yang memersolek penampilannya. Yang membuat mereka tampak menarik untuk dilihat. Perempuan yang bila berdiri langsung dikenali "itu dia" meskipun dia berada dalam kerumunan orang-orang. Sebuah penampilan yang feminim, agak nyentrik, tapi tetap sopan dan tertutup (tertutup ala modis ).
Aaaagh >_<
Tapi itu semua ternyata bukan aku. Namun terus saja ingin berusaha demikian. Meskipun belum terealisasi. sedikit-demi sedikit mengarah kesana...yahhh hanya sedikit sihh. Gak nyaman banget itu yang ku rasakan.
Aku yang biasa hanya berstyle celana Camel, di tambah kaos panjang dan kepala di lapisi kerudung tipis yang biasa disebut jilbab paris (aku memang selalu pake jilbab keluarnya tapi jilbab asal jilbab).
Jika orang datang menemuiku ke rumah aku tampil lebih apa adanya. stelan yang ku pakai saat itu aku langsung meemui tamu. Kaos lengan pendek dengan celana pendek di atas lutut dan tentunya rambut ombrang-ambring.
Namun entah kenapa ada perubahan visi dalam diriku. Ini setelah aku mengikuti sebuah acara ESQ di SMA ku. "Sedikit saja aurat itu terbuka, maka ibu dan bapakmu akan di rantai di neraka". Aku tidak sanggup dengan kata-kata itu, air mata terus bercucurann tak tertahankan. Tidak ada gengsi untuk sok tegar. Dosa anak itu memang terlalu besarrr, bahkan hal-hal yang tidak disadari.:'(
maaaaaaaaaaa......paaaaaa maaaaaaffff..... terdesih kata-kata itu dalam hati. Dan langsung terlintas dipikiranku "APA YANG BISA KU PERBUAT UNTUK ORANG-TUAKU" tidak ada. Aku hanya menyusahkan mereka, membuat air mata mereka menetes dikesunyian. Membuat mereka panik dan berdebar-debar akibat ulahku. Bahkan mereka tak jarang melanggar aturan allah yakni mampu menahan amarah.
Di dunia aku sudah menyusahkannya dengan segudang beban di punggungnya apa iyya harus di akhirat juga nanti.
INI YANG BISA AKU PERBUAT, mungkin bukan sesuatu yang mencengangkan, membanggakan ataupun yang spektakuler lainnya. Tapi ini seikit mampu menyelamatkan mereka kelak (aamiin). Aku tidak ingin hanya karena leher yang show, rambut yang terjungkai keluar, bahkan hanya karena telapak kaki yang tidak terbungkus....oooooh tidaadak, harus sejahat itukah aku membalas merekaaa.
Tidak ada yang bisa ku perbuat selain mulai berubah mengikuti aturan Alloh untuk menyelamatkan masa depan orang yang aku sayangi. Mulai berhjab SYAR'I. Mengenakan pakaian (jilbab) yang longgar menjulur panjang ke bawah hingga menutupi seluruh tubuhku, di tambah dengan kerudung tebal menutupi mahkotaku. tak lupa juga stelan kaos kaki dan karet penutus pergelangan tangan. (insya.alloh semoga ini bermanfaat)
Orang tuaku memang tidak pernah menuntut lebih, mereka tidak pernah memaksa aku bersyar'i. malahan sepertinya mereka tidak paham detail akan semuanya. aku justru di pertanyakan "ustadzah?" kenapa harus sepanjang itu, bajunya kan terlalu besar, masa keluar sedikit aja pakai kaos kaki? dan segala hal yang menunjukkan ketdaktahuan tapi aku hanya menjawab dalam diriku "HANYA INI YANG BISA AKU PERBUAT"
0 komentar:
Posting Komentar