GEMAR MEMBACA ^.^

Gemar Membaca,,,ha ha ha
di saat orang bertanya kamu hobi apa? suka baca? pernah baca ini gak, ato yang itu pernah gak? coba dehh baca buku iniii!! 
Aku akan nganga' sebentar dan tertawa dalam diriku. Sumpahhhh aku tidak pernah yang namanya suka membaca. Sekalipun itu tuntutan pendidikan. Tapi aku selalu pintar menyiasati (haha songong).

misalkan saja dulu saat guru SMP-ku (pernah SMP??? :p ) menugaskan membuat resensi buku, dia mewajibkan kami membaca keseluruhan isi buku fiksi yang akan kami resensi.
aaaaaaaaaaaaaaaaaaa......tidak mungkiiinnn "its my comment" bisa sebulan baru selesai tuh cerita. (Aku benar-benar malas membaca dari segala hal, fiksi saja sudah malas apalagi non-fiksi -_- hehe )
Tapii untungnya aku jenius (ca'ileyy) padahal cerdik licik. Aku mampu mengatasinya, entah nanti guru ku akan komen apa. Tohh dia tidak tahu isi buku 'pikirku'.
Aku mencaribuku yang tipisss (ga pake bingit).....yang ada sinopsisnya. Biasanya tuh kan ceritanya gak sampe ending + bakal bikin pembaca penasaran (kecuali aku :D ). Aku pun membaca bagian akhir untuk menemukan ending. Hahaha33x.....inti dari ceritanya aku simpul-simpulkankan dehhh.
Etss...dari awal aku sudah nebak cerita yang akan aku pilih, tentunya yang gak akan mengasah pemikiran untuk perlu di bolak-balik. Jadi aku udah nebak duluan cerita yang cuma fokus pada satu cerita aja, dan ber-alur majuuu.
Huffft lega setelah semuanya selesai (alhamdulillahh....) tinggal menunggu penilaian...hahahahaha
ternyata feeling ku tidak meleset,resensi ku tepatttt (sudah ku bilangkan aku jenius :P )

Tapi seiring dengan berjalannya waktu ada perubahan pada diri ku, aku mulaaaai mau membaca (baru mulai lohh). Ini berawal ketika guru SMA ku menugaskan membaca novel. Berbagai macam novel. Bukan hanya novel modern tapi novel jadul 20-han, 30-han, 40-han------60-han...uuuugh bahasanya itu benar-benar muter-muter bolak-balik, susah di pahamii (ga kebayangggggg). Tapi aku terus saja penasaran. Ini bukan karena takut pada guru ku (etsssss ada sih dikit). Namun ternyata kumenemukan diriku, mungkin karena selama ini aku tidak pernah mecoba untuk senang membaca...akan tetapi sekali membaca aku akan termakan dan terus melanjutkan karena timbul rasa penasaran dengan isi ceritanyaaaa...
begitu seterusnya, setiap ada tugas membaca, pasti akan ku selesaikan bacaan itu hingga tuntas. Ada yang menyarankan membaca judul ini-judul itu pun aku ladeni asal itu menarik bagiku (mulai dari sampulnya aku perhatikan)
Tapiiiii kalau untuk yang atas dasar keinginan diri sendiri masih susah (belum tergerak). Butuh waktu lama menghabiskan satu bacaan. Apalagi jika aku sudah tidak membaca lagi, berkelanjutan dehh tuhh..

Howhowhow ternyata beginilah aku. Kalau sudah memulai nanti akan keterusan, tapi sekali ku lepass seterusnya ku lupa deeh
haha :D

HIDUP ADALAH PROSES BERTANYA (???)

Hidup adalah proses bertanya itulah yang ku peroleh saat ku membaca "MADRE"
Tidak ada kata tau bila kita tidak bertanya. Entah pertanyaan itu akan memeroleh jawaban secara langsung melalui lisan dan di tangkap oleh pendengaran, dari proses membaca atau bahkan mengamati sendiri dari proses alam.
Bertanya adalah sifat lahiriah manusia, sejak kecil kita begitu kepo dengan segala hal.
Tidak ada pertanyaan yang salah, namun akankah kita memeroleh kesempatan untuk mendapat jawaban yang tepat. Dan setelah kita tahu, maka apa yang akan kita lakukan. Tidak terlepas disitu, dengan kesempurnaan indah dan otak ysng luar biasa yang telah diciptakan oleh Allloh swt., manusia tidak akan berhenti pada satu pertanyaan.
Setelah kita menemukan suatu jawaban, maka itu akan menjadi awal dari pertanyaan (keingintahuan) selanjutnya, selanjutnya dan selanjutnya, begitu seterusnyaaa.
Tidak bisa kita katakan  tidak, karena itu semua adalah realita.a,
Iyaa kaannn?
Pernah bertanya kannn?
Bahkan sampai saat ini pasti banyak pertanyaan yang mengganjal. Tidak ada yang terpendam. Dan tidak ada orang yang hanya diam untuk itu. Pasti ada proses bertanya pada dirinya, entah internal atau eksternal...
Karena tidak pernah rugi dan tidak ada yang dirugikan dalam proses bertanya.
Disinilah siklus hidup itu hidup.
Tak terkecuali kita bertanya tentang kebenaran Tuhan.

*Thus lets to ask ;)

SIAPA YANG TAK SUKA BERCERMIN???

Saat berdiri di hadapan cermin rasanya benar-benar bahagia. Memandangi detail-detail bentuk dan lekukan pada wajah yang begitu sempurna. Polesan yang sangat diperhitungkan oleh yang membuat karya, tentunya oleh sang pencipta.

SIAPA YANG TAK SUKA BERCERMIN?

kecuali orang-orang yang memang tidak bersyukur, atau jangan-jangan memang tak punya cermin, atau bahkan hal terburuk dia tidak tau apa itu cermin, owww gaswatttt. :o

Tanya aku, apa aku suka bercermin?

Dengan senang hati maka i want to answere : yapz.. 

   rasanya saat berdiri di depan cermin, aku merasa begitu sempurna. Atas apa yang Tuhan berikan kepadaku. Aku akan tersenyum sendiri bahkan berpose anggun, sok manis bahkan gila di hadapan cermin. Aku selalu jujur di depan cermin, entah cermin itu mau muntah melihatku atau bagaimana, yang jelas aku mau berekspresi. Ini loh aku, senanngg rasanya saat berhadapan dengan cermin. aku merasa,WOW Subhanalloh. Alloh telah menciptakanku sedemikian rupa. Ada loh ternyata wajah seperti diriku. Aku merasa bahagia menatap wajahku sendiri. Apalagi jika harus berdiri sendiri. Upps bila ada orang lain gimana? tidak masalah nanti akan ku geser dia (hehe) cermin itu adalah kekuasaanku. Lewat cermin tadi ingin ku sampaikan, LIHATLAH INI LOH YANG DI BERIKAN ALLOH PADAKU. Lihat kesempurnaan rupa, bentuk dan lekuk yang telah Tuhan Allohku ciptakan. cuma aku yang punya. sepasang mata yang sayu nan elok, hidung mungil, senyum menawan aaaaaaaaaaaaa aku jatuh cinta pada diriku, pada karya Allohku...cermin itu pun ku buat iri, karena dia tidak mampu melihat wujudnya sendiri, hahaha karena dia tidak ada bentuk sama sekali. Ia cukup menjadi tempat curhat. Tempat saksi bisu saat aku ingin menyampaikan syukurku pada Allohku. Terimakasih Ya Alloh kau berikan aku wajah ini, wajah ini, wajah ini. :D
*dan sekarang kaliann juga tauuu ^.^ 

SUBHANALLOH...Tak ada hal sekecil apapun yang keliru diperhitungkan oleh Alloh SWT..

SUBHANALLOH...Tak ada hal sekecil apapun yang keliru diperhitungkan oleh Alloh SWT..


Subhanallohhhh..........
Tak ada hal sekecil apapun yang salah bila kita mengikuti aturan Alloh swt. Kini aku merasakannya, saat mereka bercerita secara terbuka, jelas dan gamblang...
Apa kesan pertama mereka saat bertemu dunia luar. mereka para kaum adam langsung melirik perempuan. Perempuan yang tentunya berparas beruntung . (kasian yang kurang beruntung :( ). ditambah sebuah penampilan dna tutur bahasa sang figur. benar-benar wanita itu dipandang seperti pajangan sale di toko. Memang tidak semuanya seperti demikian. yang jelas rasa ketertarikan itu akan muncul bahkan sengaja dimunculkan setelah melihat covernya.
Terkecuali bagi yang sudah memang tidak menarik, dan sengaja tidak membuat diri menarik. Hanya berbentuk tengkong (jamur). siapa yang mau????
yaaaaaaaah tidak ada yang berani, semua lebih menghargai wanita yang menjaga kehormatannya. Dia pun sudah menghargai dan menghormati dirinya serta memelihara pemberian Tuhan, apalagi yang melihatnya pasti turut menghargai. Luar Biasaa.
Mereka pun mengakui tidak ada satupun dari mereka yang menginginkan sesuatu yang h1n4.  Hanya yang saat ini adalah sekedar persinggahan semata. namun, yang diseberang tidak mengerti???
Mereka sudah mengerti konteks menghargai dan menghormati. sekalipun mereka tidak belajar, namun hanya sekedar melihat tampilan wanita soleha saja mereka akan menghormati. Cukup bersalam "assalamualaikum...". Bukan justru sebaliknya "ci.cuit.ci.cuit...cewekkk."
Hahaha Alloh sungguh pintar. Perancang terbaik. Bukan hanya tentang busana, namun efek selanjutnya, tanggapan lingkungan dan perlakuan selanjut-selanjutnya.  semuanya terencana secara mataaaannng WOW...
Subhanalloh.....
Bayangkan saja saat kita berpenampilan di luar kehendak Alloh, justru kita hanya akan di lihat untuk di bandingkan-bandingkan dengan yang lainnya, hahaha
Apalagi jika aku yang harus dibandingkan, maka aku tidak ada apa-apanya. Tapi jika aku berdiri dengan syar'ii orang akan melihat suatu kehormatan. Masya.allohhh...
Mereka akan langsung mengerti. Dan tidak ada sembarang orang yang melirik, karena memang tidak mungkin untuk dilirik.

*tetapkan_istiqomah :)
INI YANG BISA AKU PERBUAT..

Pada awalnya aku tak ada niat untuk ber-syar'i. Malah keinginanku adalah bisa berkostum seperti perempuan-perempuan lain yang memersolek penampilannya. Yang membuat mereka tampak menarik untuk dilihat. Perempuan yang bila berdiri langsung dikenali "itu dia" meskipun dia berada dalam kerumunan orang-orang. Sebuah penampilan yang feminim, agak nyentrik, tapi tetap sopan dan tertutup (tertutup ala modis ).
Aaaagh >_<
Tapi itu semua ternyata bukan aku. Namun terus saja ingin berusaha demikian. Meskipun belum terealisasi. sedikit-demi sedikit mengarah kesana...yahhh hanya sedikit sihh. Gak nyaman banget itu yang ku rasakan.
Aku yang biasa hanya berstyle celana Camel, di tambah kaos panjang dan kepala di lapisi kerudung tipis yang biasa disebut jilbab paris (aku memang selalu pake jilbab keluarnya tapi jilbab asal jilbab).
Jika orang datang menemuiku ke rumah aku tampil lebih apa adanya. stelan yang ku pakai saat itu aku langsung meemui tamu. Kaos lengan pendek  dengan celana pendek di atas lutut dan tentunya rambut ombrang-ambring.

Namun entah kenapa ada perubahan visi dalam diriku. Ini setelah aku mengikuti sebuah acara ESQ di SMA ku. "Sedikit saja aurat itu terbuka, maka ibu dan bapakmu akan di rantai di neraka". Aku tidak sanggup dengan kata-kata itu, air mata terus bercucurann tak tertahankan. Tidak  ada gengsi untuk sok tegar. Dosa anak itu memang terlalu besarrr, bahkan hal-hal yang tidak disadari.:'(
maaaaaaaaaaa......paaaaaa maaaaaaffff..... terdesih kata-kata itu dalam hati. Dan langsung terlintas dipikiranku "APA YANG BISA KU PERBUAT UNTUK ORANG-TUAKU" tidak ada. Aku hanya menyusahkan mereka, membuat air mata mereka menetes dikesunyian. Membuat mereka panik dan berdebar-debar akibat ulahku. Bahkan mereka tak jarang melanggar aturan allah yakni mampu menahan amarah.

Di dunia aku sudah menyusahkannya dengan segudang beban di punggungnya apa iyya harus di akhirat juga nanti.
INI YANG BISA AKU PERBUAT, mungkin bukan sesuatu yang mencengangkan, membanggakan ataupun yang spektakuler lainnya. Tapi ini seikit mampu menyelamatkan mereka kelak (aamiin). Aku tidak ingin hanya karena leher yang show, rambut yang terjungkai keluar, bahkan hanya karena telapak kaki yang tidak terbungkus....oooooh tidaadak, harus sejahat itukah aku membalas merekaaa.

Tidak ada yang bisa ku perbuat selain mulai berubah mengikuti aturan Alloh untuk menyelamatkan masa depan orang yang aku sayangi. Mulai berhjab SYAR'I. Mengenakan pakaian (jilbab) yang longgar menjulur panjang ke bawah hingga menutupi seluruh tubuhku, di tambah dengan kerudung tebal menutupi mahkotaku. tak lupa juga stelan kaos kaki dan karet penutus pergelangan tangan. (insya.alloh semoga ini bermanfaat)

Orang tuaku memang tidak pernah menuntut lebih, mereka tidak pernah memaksa aku bersyar'i. malahan sepertinya mereka tidak paham detail akan semuanya. aku justru di pertanyakan "ustadzah?" kenapa harus sepanjang itu, bajunya kan terlalu besar, masa keluar sedikit aja pakai kaos kaki? dan segala hal yang menunjukkan ketdaktahuan tapi aku hanya menjawab dalam diriku "HANYA INI YANG BISA AKU PERBUAT"