RSS

 

Tujuan Hidup?

.......................................................................................................................................
Aku mengenal gadis cantik, cantik akhlaknya.........
berkerudung panjang
dia sangat taat pada Tuhan-Nya
Saat ini ia berada tak jauh dariku. Tatapannya selalu fokus ke depan, menunjukkan jiwa islamiahnya yang dalam. Dia tak melihat aku menulis tentang dirinya...syukurlah.
Aku kagum, sungguh aku kagum.................dia tahu tujuan hidupnya.
Hidupnya hanya untuk mencari ridho Alloh swt. semata. Tidak ada yang dapat mematahkan argumentasinya selama itu tentang sang khalik, tentang hari akhir.
Awalnya itu semua terdengar mengerikan, sungguh menyeramkan....
namun benar tak ada gunanya apapun di dunia ini tanpa Ridho-Nya. aku menyadari hidup ini menuju kematian............hanya menunggu giliran saja. Tak ada gunanya duniawi kita tampung bila tak dibarengi menyembah kepada-nya.
Aku semakin menyadari setelah sahabatku pergi. Cita-cita dunianya harus terkubur. Tak ada guna nilai ujiannya bagus bila lidahnya tak mampu mengucapkan laa ilahailallah............tiada illah selainnya.
Dia sudah sabar menjalani dunianya. mungkinkah kesabarannya disana menolongnya?
Dia curang, dia mengambil nomor antrian lebih dulu.............................................
Dia lebih dulu berjumpa Tuhan .
Bye .................

Perahu Sobek

LONG FOR



Kenapa tanganku terasa kelu. bahkan rasanya gak sanggup hanya untuk mengetik kata-kata singkat. ok. aku akan mencobanya (try and error). aku tidak akan memandang kelayar, sebab, sebab aku tidak sanggup mengulang membacanya, akan bergetar seluruh tubuhku dan aku akan , akan aku akan......
bila aku menatapnya aku akan lupa, kelu ku akan semakin parah.
Sebuah mimpi sederhana walaupun aku selalu mengatakan tidak namun aku selalu ingin berbagi cerita bersamanya.

Anak yang lugu, oh tidak-tidak dia terlalu cool terkadang jaim, bahsanya terlalu formal namun aku selalu melawannya dengan guyonanku sendiri. oh aku tidak tahu apa dia senang atau tidak. yang jelas semuanya tampak klop.
Aku mencoba mengenalnya..........yah, dia bikin penasaran sih. mmmm namanya...mmmmm...mau tau aja.
Pesan singkat yang ku kirim selalu di balasnya, memberiku harapan aku akan mengenalnya. Ternyata dia tidak sejaim yang ku pikirkan. Sederhana. Lebih tepatnya begitu.
Bahasanya yang sok bijak (terkesan tua) membuat dia berbeda.
Aku mungkin keterlaluan kadang juga gak jelas, cuma aku yang sok marah tapi ntar juga baikan. Mana lebih dekat amplop dengan perangko atau Lem sama perangko? haha apa-apaan sih aku ini kagak nyambung.

kadang dia terlalu Gj. tapi anehnya kok aku malah paham ya. sepertinya letak keanehan emang ada di aku. pantas saja dia sering memanggilku "jogang, aneh" beda tipislahhh.
Banyak hal yang aku tidak sadari dari dirinya, terlalu susah dijinakkan, susah ditebak. Entah Ibunya ngidam apaan dulunya. dia suka buat tekai-teki padahal ini bukan TTS. makanya aku tidak begitu tahu bahwa dia memiliki tingkat kesabaran yang max. oemjiiiiiiiiiii.

Dia terlalu sering tebar pesona....hikssssss bukan tapi banyak yang kegaet dengan pesonanya.WOW..gak kayak aku..hiks. Katanya harus punya niat dan BAKAT. Songongnyaaaaa.


Bersambung..................................

GEMAR MEMBACA ^.^

Gemar Membaca,,,ha ha ha
di saat orang bertanya kamu hobi apa? suka baca? pernah baca ini gak, ato yang itu pernah gak? coba dehh baca buku iniii!! 
Aku akan nganga' sebentar dan tertawa dalam diriku. Sumpahhhh aku tidak pernah yang namanya suka membaca. Sekalipun itu tuntutan pendidikan. Tapi aku selalu pintar menyiasati (haha songong).

misalkan saja dulu saat guru SMP-ku (pernah SMP??? :p ) menugaskan membuat resensi buku, dia mewajibkan kami membaca keseluruhan isi buku fiksi yang akan kami resensi.
aaaaaaaaaaaaaaaaaaa......tidak mungkiiinnn "its my comment" bisa sebulan baru selesai tuh cerita. (Aku benar-benar malas membaca dari segala hal, fiksi saja sudah malas apalagi non-fiksi -_- hehe )
Tapii untungnya aku jenius (ca'ileyy) padahal cerdik licik. Aku mampu mengatasinya, entah nanti guru ku akan komen apa. Tohh dia tidak tahu isi buku 'pikirku'.
Aku mencaribuku yang tipisss (ga pake bingit).....yang ada sinopsisnya. Biasanya tuh kan ceritanya gak sampe ending + bakal bikin pembaca penasaran (kecuali aku :D ). Aku pun membaca bagian akhir untuk menemukan ending. Hahaha33x.....inti dari ceritanya aku simpul-simpulkankan dehhh.
Etss...dari awal aku sudah nebak cerita yang akan aku pilih, tentunya yang gak akan mengasah pemikiran untuk perlu di bolak-balik. Jadi aku udah nebak duluan cerita yang cuma fokus pada satu cerita aja, dan ber-alur majuuu.
Huffft lega setelah semuanya selesai (alhamdulillahh....) tinggal menunggu penilaian...hahahahaha
ternyata feeling ku tidak meleset,resensi ku tepatttt (sudah ku bilangkan aku jenius :P )

Tapi seiring dengan berjalannya waktu ada perubahan pada diri ku, aku mulaaaai mau membaca (baru mulai lohh). Ini berawal ketika guru SMA ku menugaskan membaca novel. Berbagai macam novel. Bukan hanya novel modern tapi novel jadul 20-han, 30-han, 40-han------60-han...uuuugh bahasanya itu benar-benar muter-muter bolak-balik, susah di pahamii (ga kebayangggggg). Tapi aku terus saja penasaran. Ini bukan karena takut pada guru ku (etsssss ada sih dikit). Namun ternyata kumenemukan diriku, mungkin karena selama ini aku tidak pernah mecoba untuk senang membaca...akan tetapi sekali membaca aku akan termakan dan terus melanjutkan karena timbul rasa penasaran dengan isi ceritanyaaaa...
begitu seterusnya, setiap ada tugas membaca, pasti akan ku selesaikan bacaan itu hingga tuntas. Ada yang menyarankan membaca judul ini-judul itu pun aku ladeni asal itu menarik bagiku (mulai dari sampulnya aku perhatikan)
Tapiiiii kalau untuk yang atas dasar keinginan diri sendiri masih susah (belum tergerak). Butuh waktu lama menghabiskan satu bacaan. Apalagi jika aku sudah tidak membaca lagi, berkelanjutan dehh tuhh..

Howhowhow ternyata beginilah aku. Kalau sudah memulai nanti akan keterusan, tapi sekali ku lepass seterusnya ku lupa deeh
haha :D

HIDUP ADALAH PROSES BERTANYA (???)

Hidup adalah proses bertanya itulah yang ku peroleh saat ku membaca "MADRE"
Tidak ada kata tau bila kita tidak bertanya. Entah pertanyaan itu akan memeroleh jawaban secara langsung melalui lisan dan di tangkap oleh pendengaran, dari proses membaca atau bahkan mengamati sendiri dari proses alam.
Bertanya adalah sifat lahiriah manusia, sejak kecil kita begitu kepo dengan segala hal.
Tidak ada pertanyaan yang salah, namun akankah kita memeroleh kesempatan untuk mendapat jawaban yang tepat. Dan setelah kita tahu, maka apa yang akan kita lakukan. Tidak terlepas disitu, dengan kesempurnaan indah dan otak ysng luar biasa yang telah diciptakan oleh Allloh swt., manusia tidak akan berhenti pada satu pertanyaan.
Setelah kita menemukan suatu jawaban, maka itu akan menjadi awal dari pertanyaan (keingintahuan) selanjutnya, selanjutnya dan selanjutnya, begitu seterusnyaaa.
Tidak bisa kita katakan  tidak, karena itu semua adalah realita.a,
Iyaa kaannn?
Pernah bertanya kannn?
Bahkan sampai saat ini pasti banyak pertanyaan yang mengganjal. Tidak ada yang terpendam. Dan tidak ada orang yang hanya diam untuk itu. Pasti ada proses bertanya pada dirinya, entah internal atau eksternal...
Karena tidak pernah rugi dan tidak ada yang dirugikan dalam proses bertanya.
Disinilah siklus hidup itu hidup.
Tak terkecuali kita bertanya tentang kebenaran Tuhan.

*Thus lets to ask ;)

SIAPA YANG TAK SUKA BERCERMIN???

Saat berdiri di hadapan cermin rasanya benar-benar bahagia. Memandangi detail-detail bentuk dan lekukan pada wajah yang begitu sempurna. Polesan yang sangat diperhitungkan oleh yang membuat karya, tentunya oleh sang pencipta.

SIAPA YANG TAK SUKA BERCERMIN?

kecuali orang-orang yang memang tidak bersyukur, atau jangan-jangan memang tak punya cermin, atau bahkan hal terburuk dia tidak tau apa itu cermin, owww gaswatttt. :o

Tanya aku, apa aku suka bercermin?

Dengan senang hati maka i want to answere : yapz.. 

   rasanya saat berdiri di depan cermin, aku merasa begitu sempurna. Atas apa yang Tuhan berikan kepadaku. Aku akan tersenyum sendiri bahkan berpose anggun, sok manis bahkan gila di hadapan cermin. Aku selalu jujur di depan cermin, entah cermin itu mau muntah melihatku atau bagaimana, yang jelas aku mau berekspresi. Ini loh aku, senanngg rasanya saat berhadapan dengan cermin. aku merasa,WOW Subhanalloh. Alloh telah menciptakanku sedemikian rupa. Ada loh ternyata wajah seperti diriku. Aku merasa bahagia menatap wajahku sendiri. Apalagi jika harus berdiri sendiri. Upps bila ada orang lain gimana? tidak masalah nanti akan ku geser dia (hehe) cermin itu adalah kekuasaanku. Lewat cermin tadi ingin ku sampaikan, LIHATLAH INI LOH YANG DI BERIKAN ALLOH PADAKU. Lihat kesempurnaan rupa, bentuk dan lekuk yang telah Tuhan Allohku ciptakan. cuma aku yang punya. sepasang mata yang sayu nan elok, hidung mungil, senyum menawan aaaaaaaaaaaaa aku jatuh cinta pada diriku, pada karya Allohku...cermin itu pun ku buat iri, karena dia tidak mampu melihat wujudnya sendiri, hahaha karena dia tidak ada bentuk sama sekali. Ia cukup menjadi tempat curhat. Tempat saksi bisu saat aku ingin menyampaikan syukurku pada Allohku. Terimakasih Ya Alloh kau berikan aku wajah ini, wajah ini, wajah ini. :D
*dan sekarang kaliann juga tauuu ^.^ 

SUBHANALLOH...Tak ada hal sekecil apapun yang keliru diperhitungkan oleh Alloh SWT..

SUBHANALLOH...Tak ada hal sekecil apapun yang keliru diperhitungkan oleh Alloh SWT..


Subhanallohhhh..........
Tak ada hal sekecil apapun yang salah bila kita mengikuti aturan Alloh swt. Kini aku merasakannya, saat mereka bercerita secara terbuka, jelas dan gamblang...
Apa kesan pertama mereka saat bertemu dunia luar. mereka para kaum adam langsung melirik perempuan. Perempuan yang tentunya berparas beruntung . (kasian yang kurang beruntung :( ). ditambah sebuah penampilan dna tutur bahasa sang figur. benar-benar wanita itu dipandang seperti pajangan sale di toko. Memang tidak semuanya seperti demikian. yang jelas rasa ketertarikan itu akan muncul bahkan sengaja dimunculkan setelah melihat covernya.
Terkecuali bagi yang sudah memang tidak menarik, dan sengaja tidak membuat diri menarik. Hanya berbentuk tengkong (jamur). siapa yang mau????
yaaaaaaaah tidak ada yang berani, semua lebih menghargai wanita yang menjaga kehormatannya. Dia pun sudah menghargai dan menghormati dirinya serta memelihara pemberian Tuhan, apalagi yang melihatnya pasti turut menghargai. Luar Biasaa.
Mereka pun mengakui tidak ada satupun dari mereka yang menginginkan sesuatu yang h1n4.  Hanya yang saat ini adalah sekedar persinggahan semata. namun, yang diseberang tidak mengerti???
Mereka sudah mengerti konteks menghargai dan menghormati. sekalipun mereka tidak belajar, namun hanya sekedar melihat tampilan wanita soleha saja mereka akan menghormati. Cukup bersalam "assalamualaikum...". Bukan justru sebaliknya "ci.cuit.ci.cuit...cewekkk."
Hahaha Alloh sungguh pintar. Perancang terbaik. Bukan hanya tentang busana, namun efek selanjutnya, tanggapan lingkungan dan perlakuan selanjut-selanjutnya.  semuanya terencana secara mataaaannng WOW...
Subhanalloh.....
Bayangkan saja saat kita berpenampilan di luar kehendak Alloh, justru kita hanya akan di lihat untuk di bandingkan-bandingkan dengan yang lainnya, hahaha
Apalagi jika aku yang harus dibandingkan, maka aku tidak ada apa-apanya. Tapi jika aku berdiri dengan syar'ii orang akan melihat suatu kehormatan. Masya.allohhh...
Mereka akan langsung mengerti. Dan tidak ada sembarang orang yang melirik, karena memang tidak mungkin untuk dilirik.

*tetapkan_istiqomah :)